Kamis, 06 Desember 2012

Pedagang Kantin FH-UH ( Feature News )



Cerita Pedagang FH-UH



Ditengah keramaian kantin Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH-UH) terlihatlah seorang wanita bertubuh kecil, ia adalah Mama Dedeh (30) yang tengah sibuk menjalankan aktivitasnya sebagai pedagang di kantin FH-UH. Kepribadian beliau sangat sederhana, beliau memakai celana tiga per empat dan baju abu-abu bergaris dan selalu tersenyum ramah kepada setiap mahasiswa yang ingin berbelanja. Ditemui disela-sela kesibukannya, beliau yang sedang memanggang roti coklat itu dengan ramah menerima kedatangan kami untuk mewawancarainya.


Beliau tidak pernah berjualan di tempat atau kantin lain sebelumnya. Ini kali pertama beliau berjualan dan langsung di kantin FH-UH. Lebih lanjut beliau mengatakan, untuk berjualan disini harus meminta izin dari pengelola kantin yaitu ibu dekan/Darma wanita serta membayar uang sewa perbulan untuk dapat berjualan di kantin tersebut. Menurutnya uang sewa di sini lumayan terjangkau serta tergantung jenis jualan.
Saat ditanyakan pengalaman selama berjualan disini beliau tersenyum kemudian  menjawab “Senangnya berjualan disini karena pendapatan lumayan apalagi kalau
semester baru. Penjualan sangat bagus, kantin ramai oleh mahasiswa”. Lanjut “Pengalaman buruknya kalau ada perkelahian antar mahasiswa, suasana menjadi sangat tidak nyaman”. Perkelahian mahasiswa memang buruk, terbukti suasana negatifnya berimbas sampai ke pedagang kantin.
Kemudian ketika kami bertanya apakah ada kendala yang dialami ketika berjualan di kantin FH-UH. Beliau mengatakan terdapat beberapa kendala yang dialami oleh mama dedeh selama berjualan di kantin FH-UH.


“mungkin kendalanya utamanya adalah modal, saya sering kekurangan modal dalam berjualan.” Lebih lanjut beliau mengatakan “saya senang bisa membantu mahasiswa disini, biasanya saya membolehkan mereka berhutang pada saya kalau belum mendapat kiriman uang. Akan tetapi kadang ada mahasiswa berhutang sangat lama bahkan sampai hampir setahun. Kalau sudah begini mau tidak mau saya harus menagih. Apalagi kalau lagi banyak yang berhutang pada akhir bulan, sangat sulit karena saya hanya mempunyai sedikit modal untuk berjualan keesokan harinya”. Ungkap mama dedeh
Kendala lainnya adalah tempat tempat berjualan di kantin FH-UH ini agak sempit dari pada kantin-kantin yang berada di fakultas lain. Hal ini mengakibatkan banyak mahasiswa FH-UH yang berpindah ke kantin fakultas lain dikarenakan kantin FH-UH yang sangat padat dan ramai oleh pengunjung. “Anak-anak itu biasanya langsung pergi ke kantin lain sebab sudah tidak ada tempat duduk lagi, kantin sudah terlalu penuh. Masalahnya bukan karena jualan atau makanan yang kurang. Tetapi itu’ jumlah kursi sedikit dan luas kantin yang agak sempit”, Ungkapnya.
Harapan Mama Dedeh kedepannya, “semoga Kantin FH-UH dapat diperluas agar memudahkan pedagang seperti dirinya yang berada di kantin FH-UH agar merasa nyaman serta mahasiswa yang ingin mengunjungi kantin pun dapat dengan nyaman berbelanja dan menikmati makanan tanpa harus mennunggu tempat duduk kosong sehinga mereka tidak perlu lagi berpindah ke kantin seberang”, Ungkap Mama Dedeh.



0 komentar:

Posting Komentar

 
Header image by sabrinaeras @ Flickr